banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
Berita  

Mahasiswa Palopo Demo di Depan Kantor Wali Kota Tuntut Usut Kasus Affan Kurniawan

Mahasiswa Palopo Demo di Depan Kantor Wali Kota Tuntut Usut Kasus Affan Kurniawan

banner 120x600
banner 468x60

Mahasiswa Demo di Depan Kantor Wali Kota Palopo, Tuntut Usut Tuntas Kasus Affan Kurniawan

PalopoSuasana di depan Kantor Wali Kota Palopo, Jalan Andi Djemma, Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara Timur, berubah tegang pada Minggu sore. Sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen pergerakan turun ke jalan, menyuarakan tuntutan mereka agar kasus meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob, segera diusut tuntas.

Sekitar pukul 16.10 WITA, massa aksi tiba menggunakan mobil pikap berwarna putih. Begitu sampai di depan kantor Wali Kota, mereka langsung menggelar aksi dengan membentangkan spanduk, menggunakan pengeras suara, serta membakar ban bekas sebagai bentuk protes keras terhadap penegakan hukum yang dinilai tumpul ke bawah, namun tajam ke atas.

banner 325x300

Suara Mahasiswa: Supremasi Hukum Harus Ditegakkan

Dari atas mobil pikap, para mahasiswa bergantian menyampaikan orasi. Mereka menegaskan bahwa tragedi yang menimpa Affan Kurniawan adalah pelanggaran kemanusiaan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

“Kapolri harus turun dari jabatannya, kami hadir meminta institusi kepolisian direformasi total,” teriak salah satu orator dengan suara lantang.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti maraknya kasus pelanggaran oleh aparat kepolisian yang seakan tidak pernah mendapatkan sanksi tegas. Menurut mereka, insiden yang menimpa Affan Kurniawan adalah bukti nyata bahwa rakyat justru sering menjadi korban kekerasan aparat yang seharusnya bertugas melindungi.

“Polisi dari kaki hingga kepala dibiayai oleh rakyat, tapi hari ini kita menyaksikan rakyat justru ditindas. Parahnya lagi, saudara kita Affan dilindas kendaraan aparat hingga meregang nyawa,” tegas seorang demonstran lainnya.

Desakan Reformasi dan Netralitas Aparat

Selain menuntut pengusutan kasus Affan Kurniawan, para mahasiswa juga mendesak adanya reformasi menyeluruh dalam tubuh Polri. Mereka menilai, kasus-kasus pelanggaran hukum yang dilakukan aparat tidak boleh lagi ditutupi.

Demo di Magelang, dari Tragedi Ojol Affan hingga Tuntutan Polisi  Bertanggung Jawab

Para demonstran meminta kepolisian untuk bersikap profesional dan netral dalam menjalankan tugas. Penangkapan aktivis, kriminalisasi terhadap demonstran, hingga pembatasan kebebasan berekspresi disebut hanya memperburuk citra kepolisian di mata publik.

“Jangan ada lagi kriminalisasi terhadap teman-teman aksi di manapun di Indonesia. Kami menuntut agar seluruh demonstran yang ditangkap dibebaskan tanpa syarat,” teriak seorang orator yang disambut sorakan setuju dari massa.

Simbol Perlawanan dan Harapan Keadilan

Aksi bakar ban yang dilakukan di depan kantor Wali Kota Palopo menjadi simbol kekecewaan mahasiswa terhadap pemerintah dan aparat. Menurut mereka, tanpa adanya tekanan dari rakyat, kasus-kasus pelanggaran seperti yang menimpa Affan akan terus dilupakan begitu saja.

Meski berlangsung dalam suasana panas, aksi ini menjadi bentuk nyata bahwa mahasiswa masih konsisten mengambil peran sebagai pengontrol kebijakan publik. Mereka menegaskan bahwa perjuangan menegakkan keadilan tidak akan berhenti sampai tuntutan direspons.

Bagi mahasiswa, kasus Affan Kurniawan bukan hanya soal satu nyawa, tetapi cermin dari wajah penegakan hukum di Indonesia. “Jika hari ini kita diam, maka besok bisa jadi kita yang menjadi korban,” ujar salah satu mahasiswa menutup orasinya.

Aksi mahasiswa di Palopo ini kembali mengingatkan bahwa suara rakyat tidak bisa dipandang sebelah mata. Tuntutan mereka jelas: usut tuntas kasus Affan Kurniawan, hentikan kriminalisasi terhadap aktivis, serta lakukan reformasi total terhadap institusi kepolisian.

Kini, publik menanti langkah nyata dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Apakah kasus Affan Kurniawan akan benar-benar diusut hingga tuntas, atau justru hanya menjadi bagian dari deretan tragedi kemanusiaan yang akhirnya dilupakan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *