Palopo– Aksi kekerasan kembali terjadi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Seorang pria bernama Akbar Alis (30) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) di depan Sekretariat Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Kota Palopo, Jalan Gunung Jati, Kelurahan Tamarundung, Kecamatan Wara Barat.
Peristiwa mengejutkan itu terjadi pada Senin malam (13/10/2025) sekitar pukul 22.00 WITA. Korban yang saat itu sedang melintas di lokasi tiba-tiba diserang secara membabi buta oleh sekitar 20 orang. Aksi pengeroyokan berlangsung cepat dan disaksikan beberapa warga sekitar yang tak sempat melerai karena jumlah pelaku cukup banyak.
Tak Tahu Penyebab Dikeroyok
Dalam laporannya ke pihak kepolisian, Akbar mengaku tidak mengetahui alasan pasti dirinya menjadi sasaran kekerasan. Ia mengatakan, para pelaku datang secara tiba-tiba dan langsung mengeroyoknya menggunakan tangan kosong dan batu.
“Saya tidak tahu masalahnya apa, tiba-tiba mereka datang dan langsung memukul,” ujar Akbar singkat saat ditemui usai menjalani perawatan medis.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuhnya. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, Akbar mengalami luka robek di pelipis kiri dan kepala kanan atas, lecet di kedua siku, luka di sekitar telinga, serta benjolan di kepala dan tubuh.
Polisi Turun Tangan
Menanggapi kejadian ini, Kasi Humas Polres Palopo, AKP Supriadi, memastikan pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban dan langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan untuk mengidentifikasi para pelaku.
“Korban diserang oleh sekitar 20 orang. Saat ini tim Reskrim Polres Palopo sudah bergerak untuk mengumpulkan bukti dan mengejar pelaku,” ujar AKP Supriadi, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, korban sempat mengenali beberapa wajah pelaku saat kejadian. Data tersebut kini menjadi acuan bagi polisi untuk mempersempit pencarian dan menangkap para terduga pengeroyok.
Baca Juga: 130 Pelajar Luwu Raya Adu Ketangkasan di Turnamen Panahan PMDS Fest 2025
“Dengan adanya keterangan dari korban dan saksi-saksi, kami sudah mengantongi sejumlah identitas yang diduga terlibat. Kami imbau kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri agar proses hukum berjalan sesuai prosedur,” tegas Supriadi.
Warga Kaget, Lokasi Ramai saat Kejadian
Salah satu warga sekitar, Herman (42), mengatakan ia melihat keributan besar di depan sekretariat PP Polri pada malam itu. Menurutnya, suasana sempat mencekam karena banyak orang berlarian dan suara benturan keras terdengar dari arah jalan.
“Kami kaget, tiba-tiba sudah ramai orang berkelahi. Ada yang teriak minta tolong, tapi kami takut mendekat karena jumlah pelaku banyak,” kata Herman.
Ia menambahkan, setelah beberapa menit, para pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Warga kemudian menolong korban yang sudah terkapar dan mengalami luka-luka di tubuhnya.
Polisi Janji Usut Tuntas
Kasus pengeroyokan ini menambah daftar panjang tindak kekerasan jalanan di wilayah Palopo. Polisi berjanji akan mengusut tuntas peristiwa tersebut dan memastikan pelaku mendapat hukuman setimpal.
“Tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan seperti ini. Kami akan tindak tegas siapa pun yang terlibat,” ujar Supriadi.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani pemulihan dan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Sementara itu, tim kepolisian masih melakukan patroli dan pengembangan kasus untuk melacak keberadaan para pelaku yang melarikan diri.


















