Palopo– Suasana di SMP Negeri 9 Palopo berubah panik siang setelah puluhan siswa tiba-tiba mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan yang diduga berasal dari salah satu pedagang di sekitar sekolah. Kasus ini kini tengah ditangani serius oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palopo yang menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.
Pengelola Program Penyehatan Lingkungan Dinkes Palopo, Sriwanti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah sampel makanan dan muntahan siswa untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Langkah ini dilakukan guna memastikan sumber penyebab keracunan sebelum memberikan keterangan resmi kepada publik.
“Saat ini hasilnya belum keluar, masih dalam pemeriksaan. Mudah-mudahan empat hari ke depan sudah ada hasilnya,” ujar Sriwanti saat dikonfirmasi, Rabu (22/10/2025).
Menurut keterangan awal dari pihak sekolah, beberapa siswa mulai mengeluhkan gejala tidak enak badan tak lama setelah jam istirahat berakhir. Sebagian di antaranya sempat mengalami muntah hebat hingga akhirnya pihak sekolah membawa mereka ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Petugas kesehatan yang menangani kasus ini menyebutkan bahwa gejala yang dialami para siswa mengarah pada keracunan makanan akut, namun untuk memastikan sumber pastinya, mereka masih menunggu hasil uji laboratorium. Dugaan sementara, makanan ringan yang dijual di area sekolah menjadi pemicu kejadian tersebut.
Penelusuran Sumber dan Koordinasi Lintas Instansi
Baca Juga: Walikota Palopo dan Direktur Perumda TM Jalin Sinergi dengan BBWS
Dinas Kesehatan Palopo bersama pihak BPOM dan Dinas Pendidikan setempat telah menurunkan tim gabungan untuk melakukan penelusuran sumber makanan yang dikonsumsi para siswa. Tim juga melakukan pemeriksaan kebersihan terhadap pedagang jajanan yang berjualan di sekitar lingkungan sekolah.
“Kami tidak ingin berspekulasi sebelum hasil uji laboratorium keluar. Tapi langkah awal yang kami ambil adalah memeriksa semua jajanan yang dijual di lingkungan sekolah serta memastikan izin dan higienitas penjualnya,” tambah Sriwanti.
Selain pemeriksaan, Dinkes juga berencana memberikan edukasi keamanan pangan kepada pedagang sekolah dan pihak kantin. Program ini bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Kondisi Siswa Mulai Membaik
Hingga saat ini, seluruh siswa yang sempat dirawat akibat dugaan keracunan tersebut telah mendapatkan penanganan medis. Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, sementara beberapa siswa masih dalam pemantauan lanjutan untuk memastikan kondisi mereka benar-benar stabil.
Kepala SMPN 9 Palopo menyampaikan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Ia juga memastikan bahwa pihak sekolah akan memperketat pengawasan terhadap makanan yang dijual di area sekolah.


















