Palopo– Suasana penuh khidmat menyelimuti pelataran SMP Negeri 3 Kota Palopo saat ratusan siswa-siswi berkumpul untuk Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Peringatan yang jatuh pada Kamis pagi ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah pembentukan karakter Islami bagi generasi muda.
Acara yang mengusung tema “Membangun Karakter Islami Melalui Teladan Nabi Muhammad SAW” ini dihadiri langsung oleh Kepala SMPN 3 Palopo, H. Basri, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan. Hadir pula Ustadz Darwis, penceramah asal UIN Palopo, yang memberikan tausiah tentang makna Maulid Nabi khususnya bagi kalangan pelajar.
Teladan Rasulullah sebagai Landasan Karakter
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 3 Palopo, H. Basri, menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak boleh hanya dipahami sebagai tradisi rutin tahunan.
“Peringatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi momen untuk membentuk karakter Islami. Kita berharap seluruh siswa dapat meneladani kepribadian Rasulullah yang penuh kasih sayang, jujur, amanah, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Basri menambahkan, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah adalah fondasi penting dalam membentuk pelajar yang cerdas, berkarakter, sekaligus berakhlak baik. Hal ini sejalan dengan misi sekolah dalam mencetak generasi berilmu yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama.
Baca Juga: Kejari Palopo Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Gedung DPRD Rp 21 Miliar
Meriah dengan Seni Islami
Tidak hanya tausiah, rangkaian acara Maulid Nabi di SMPN 3 Palopo juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni Islami dari siswa dan guru. Di antaranya penampilan sholawatan yang menggema penuh syahdu, pembacaan puisi bertema religius, lantunan nyanyian Islami, hingga tari saman yang energik dan penuh kekompakan.
Pertunjukan ini disambut hangat oleh seluruh hadirin. Menurut Basri, kegiatan seni bernuansa Islami merupakan sarana yang efektif untuk mendekatkan siswa pada nilai-nilai keagamaan.
Menjalin Silaturahmi dan Kebersamaan
Selain menumbuhkan kecintaan terhadap Rasulullah, peringatan Maulid Nabi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga sekolah. Guru, siswa, hingga orang tua yang turut hadir merasakan kebersamaan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
Dengan demikian, mereka tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter Islami dan berbudi pekerti luhur.


















