banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250

Musim Peralihan Damkar Palopo Imbau Warga Waspada Ular dan Biawak Masuk Rumah

Musim Peralihan Damkar Palopo Imbau Warga Waspada Ular dan Biawak Masuk Rumah

banner 120x600
banner 468x60

Palopo– Memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan hewan liar seperti ular dan biawak yang mulai sering memasuki lingkungan permukiman. Fenomena ini bukan sekadar cerita dari mulut ke mulut. Sejak akhir Oktober 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palopo mencatat peningkatan laporan warga terkait keberadaan hewan-hewan liar yang berkeliaran di sekitar rumah, bahkan sampai masuk ke dalam hunian.

“Tahun ini saja kami sudah mengevakuasi sedikitnya 45 ekor ular dan biawak dari berbagai kelurahan di Palopo,” ungkap Kepala Dinas Damkar Kota Palopo, Rachmad, saat ditemui di kantornya, Jumat (24/10/2025).

banner 325x300

Beberapa lokasi yang paling sering menjadi tempat penanganan hewan liar tersebut di antaranya Kelurahan Surutanga, Amassangan, Lagaligo, dan Pontap. Terbaru, seekor biawak berukuran besar berhasil ditangkap petugas setelah masuk ke rumah warga di Jalan Andi Kambo.

Perubahan Cuaca Picu Perpindahan Habitat

Menurut Rachmad, peningkatan kemunculan ular dan biawak di permukiman erat kaitannya dengan perubahan cuaca ekstrem yang terjadi di masa peralihan musim. Saat suhu udara tidak stabil dan curah hujan mulai meningkat, hewan-hewan liar cenderung keluar dari sarang untuk mencari tempat berlindung yang lebih hangat dan kering.

“Biawak dan ular biasanya keluar untuk mencari makan atau tempat yang lebih aman. Ketika cuaca berubah, mereka berpindah ke lokasi baru, termasuk ke permukiman warga,” jelasnya.

Fenomena ini juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar rumah. Halaman yang kotor, saluran air tersumbat, serta tumpukan barang bekas dapat menjadi tempat ideal bagi ular dan biawak untuk bersembunyi. Selain itu, genangan air di drainase yang tidak mengalir lancar bisa menjadi jalur pergerakan ular yang terbawa arus dari daerah lain.

Ular Mengikuti Mangsa, Lingkungan Kotor Jadi Daya Tarik

InfoPublik - Ular Piton Sepanjang 4 Meter Dievakuasi Damkar Padang

Baca Juga: DPRD Palopo Setujui Penyempurnaan APBD-P 2025 Pendapatan Daerah

Rachmad menjelaskan, kemunculan ular seringkali berkaitan dengan keberadaan tikus — mangsa utamanya. Ketika rumah atau pekarangan kotor dan terdapat banyak sisa makanan yang menarik tikus, maka ular pun akan ikut datang untuk berburu.

“Biasanya ular itu tidak langsung menyerang manusia. Mereka datang karena mencari tikus. Jadi kalau lingkungan kita bersih, kemungkinan besar ular tidak akan datang,” ujar Rachmad.

Ia menambahkan, warga diimbau untuk rutin membersihkan halaman, got, dan saluran air, serta menghindari menumpuk barang-barang yang tidak terpakai seperti kardus, kain bekas, atau perabotan rusak. Barang-barang tersebut kerap menjadi tempat persembunyian ular dan biawak.

Selain menjaga kebersihan, warga juga perlu memperhatikan celah-celah di rumah seperti lubang dinding, ventilasi, atau sela bawah pintu yang bisa menjadi akses masuk hewan. Pemasangan kawat kasa atau penutup ventilasi dapat membantu mencegah masuknya hewan kecil dari luar.

Namun jika sudah menemukan ular atau biawak di sekitar rumah, Rachmad mengingatkan agar tidak mencoba menangkap sendiri.

“Jangan panik, tapi juga jangan coba-coba menangkap. Risiko digigit atau diserang cukup besar. Segera hubungi petugas Damkar, kami siap datang kapan saja,” tegasnya.

Petugas Damkar Palopo, kata dia, telah memiliki peralatan lengkap untuk menangani hewan berbahaya dengan aman, mulai dari tongkat penjepit hingga kandang transportasi khusus.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *